Kantor : Jalan By Pass Km. 9,5 - Padang | Tlp. : +62 751 495958

Seputar Kuranji

Harimau Kuranji

  • Publis :08 Mei 2016
  • 110 x dibuka
  • Harimau Kuranji

    Munculnya ketokohan Harimau Kuranji, dilatarbelakangi peristiwa tanggal 21 Februari 1946. Ahmad Husein bersama barisan – barisan rakyat, pasukan Djamaluddin Wak Ketok, Abdullah Andjang, Maksum dan lain – lain melancarkan serangan serentak atas gudang senjata sekutu di Rimbo Kaluang. Dalam pertempuran itu Ahmad Husein berhasil menghancurkan pos – pos pengawalan musuh dan membongkar gudang senjata Sekutu. Pasukan sekutu banyak yang menjadi korban, berdasarkan laporan dari PMI Kota Padang, pihak sekutu korban mati dan luka – luka 40 orang. Korban di pihak pejuang adalah Kopral Rivai dan Prajurit Bahar yang tidak diketahui kuburannya.

    Di dalam pertempuran inilah untuk pertama kali terdengar sebutan “The Tiger Of Kuranji” atau Harimau Kuranji.

    Suatu prestasi gemilang telah membuat “tercengang” Pasukan Sekutu, terutama Belanda, yang ingin melanjutkan penjajahan jilid duanya, karena dari segi peralatan perang dan diatas kertas Sekutu dipastikan akan berkuasa kembali. Hal ini bertolak belakang dengan barisan pejuang yang didominasi oleh para pemuda, yang hanya berbekal semangat juang dan persenjataan hasil rampasan dari tentara Jepang.

    Walaupun pada akhirnya, keberhasilan itu harus ditebus dengan rangkaian serangan balasan Sekutu dan Belanda terhadap. Akumulasi pembalasan Sekutu adalah tanggal 21 Juli 1947, yang kemudian disebut Agresi Pertama.